Download Buku Petunjuk Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional Sekolah Menengah Pertama Tahun 2016 - RPP Kurikulum 2013 Revisi 2019

Buku Mapel, RPP, Buku Kerja Guru, Perangkat Akreditasi, Silabus, PERMENDIKBUD, Buku Kerja Kepala Sekolah, Tematik, KKM, SKL, KI-KD, Juknis TK, PAUD, SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK

Download Buku Petunjuk Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional Sekolah Menengah Pertama Tahun 2016

Olimpiade Sains Nasional ( OSN) merupakan salah satu wahana bagi siswa untuk menumbuh kembangkan semangat kompetisi akademik untuk mendorong keberanian bersaing secara sehat sekaligus untuk meningkatkan kemampuan akademik dalam bidang Matematika, IPA, dan IPS dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. 

Olimpiade Sains Nasional (OSN) merupakan kegiatan lomba bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang diselenggarakan dalam rangka penuntasan wajib belajar yang bermutu. Olimpiade Sains Nasional bertujuan memotivasi dan menumbuhkembangkan atmosfir kompetisi yang sehat untuk mendorong sekolah berperan memfasilitasi siswa untuk meningkatkan kemampuan akademis pada bidang Matematika, IPA dan IPS. Diharapkan melalui olimpiade ini dapat menstimulus peningkatan mutu pendidikan dan menghasilkan bibit unggul yang dapat berkompetisi pada olimpiade internasional, Tujuan umum OSN adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya bidang Matematika, IPA, dan IPS yang berasaskan pendidikan karakter. 

Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2016 terbuka untuk siswa SMP, SMP Terbuka, SD-SMP Satu Atap, MTs, baik negeri maupun swasta yang berkewarganegaraan Indonesia dan memenuhi persyaratan sebagai berikut: 
  1. Tidak pernah terdaftar sebagai peserta OSN tingkat nasional tahun sebelumnya yang diselenggarakan oleh Kemdikbud. 
  2. Terdaftar sebagai siswa SMP/MTs atau yang sederajat, duduk di kelas VII atau kelas VIII pada saat mengikuti lomba di tingkat kabupaten/kota. Saat mengikuti lomba tingkat provinsi maupun nasional masih berstatus sebagai peserta didik SMP/MTs atau sederajat dan sekurang-kurangnya telah mengikuti proses belajar mengajar selama satu semester di sekolah tersebut, dibuktikan dengan surat keterangan kepala sekolah. 
  3. Memiliki nilai rapor sej ak semester pertama serendah-rendahnya 7,5 (tujuh koma lima) untuk bidang lomba yang akan diikuti. 

4. Berkelakuan baik dan tidak terlibat penyalahgunaan obat terlarang dan minuman keras, yang dibuktikan dengan surat keterangan kepala sekolah. 

5. Dikirim oleh sekolah yang bersangkutan berdasarkan surat keterangan kepala sekolah. 

6. Peserta hanya berhak mengikuti satu bidang lomba.

Kegiatan OSN dilaksanakan secara bert ahap mul ai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, dan nasional dengan mekanisme sebagai berikut: 
  1. Tingkat sekolah: mekanisme seleksi diserahkan kepada sekolah yang bersangkutan. 
  2. Tingkat kabupaten/kota dan provinsi: seleksi dilakukan melalui tes tertulis (materi soal disiapkan oleh Direktorat Pembinaan SMP). 
  3. Tingkat nasional: seleksi dilakukan melalui tes teori untuk Matematika, tes teori dan eksperimen/ praktikum untuk IPA dan IPS. 
Lomba dilaksanakan dalam 4 tahap, yaitu:
  1. Tahap I : Seleksi tingkat sekolah
  2. Tahap II : Lomba tingkat kabupaten/kota 
  3. Tahap III : Lomba tingkat provinsi
  4. Tahap IV : Lomba tingkat nasional 
Hadiah dan penghargaan diberikan kepada peserta lomba sebagai motivasi untuk meningkatkan kegiatan belajar dan kegiatan pendidikan lainnya di sekolah. Pengaturan hadiah dan penghargaan untuk para pemenang tingkat kabupaten/kota dan tingkat provinsi diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Daerah sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing daerah. Para pemenang tingkat nasional diberi hadiah dan penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Olimpiade Sains Nasional (OSN) dilaksanakan secara bertahap, mulai dari tingkat sekolah sampai tingkat nasional. Adapun mekanisme pelaksanaan sebagai berikut. 

  1. Seleksi Tingkat Sekolah (Pelaksanaan seleksi tingkat sekolah dimaksudkan untuk menentukan wakil siswa dari sekolah yang bersangkutan sebagai peserta OSN tingkat kabupaten/kota. Seleksi tersebut dapat dilakukan oleh sekolah dengan memilih salah satu dari pilihan berikut ini: a. Penunjukkan berdasarkan persyaratan administratif dengan melihat track record prestasi siswa selama dalam proses belajar di sekolah yang dibuktikan misalnya dengan rapor minimal 1 semester di sekolah tersebut dan/atau jika ada piagam/sertifikat prestasi lomba sains yang pernah diikuti.b. Mengadakan kegiatan seleksi untuk semua siswa di sekolah yang berminat mengikuti OSN).
  2. Lomba Tingkat Kabupaten/Kota (Kegiatan OSN tingkat kabupaten/kota merupakan proses seleksi untuk setiap perwakilan sekolah di kabupaten/kota. Sekolah mengirimkan paling banyak 1 ( satu) peserta lomba untuk setiap bidang lomba dari hasil seleksi tingkat sekolah. Bila sekolah mengirimkan lebih dari 1 (satu) peserta pada satu bidang lomba maka semua peserta yang dikirimkan sekolah untuk bidang lomba tersebut didiskualifikasi. Perwakilan sekolah diseleksi untuk menentukan wakil dari kabupaten/kota yang akan mengikuti seleksi tingkat provinsi. Soal seleksi tingkat kabupaten/kota disiapkan oleh panitia pusat (dalam hal ini Direktorat Pembinaan SMP) dan diserahkan kepada panitia abupaten/kota. Pelaksanaan pemeriksaan dan penilaian lembar jawaban seleksi tingkat kabupaten/kota dilakukan oleh panitia tingkat provinsi dan hasilnya dilaporkan kepada panitia tingkat pusat. Untuk mempermudah pelaksanaan proses seleksi tingkat kabupaten/kota, diharapkan panitia tingkat daerah menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan di wilayah masing-masing). 
  3. Lomba Tingkat Provinsi  (Jumlah peserta tingkat provinsi ditentukan berdasarkan perbandingan jumlah peserta yang diseleksi berdasarkan peringkat peserta pada provinsi yang bersangkutan dan perwakilan setiap kabupaten/kota di provinsi tersebut dengan rasio 1:2. Peringkat peserta pada provinsi untuk setiap bidang lomba ditentukan oleh nilai hasil seleksi peserta dari seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut, mulai dari peringkat 1 dengan N adalah jumlah kabupaten/kota di provinsi tersebut. Perwakilan kabupaten/kota ditentukan dengan melakukan peringkat hasil seleksi setiap bidang lomba untuk setiap kabupaten/kota. Dua peserta terbaik dari setiap kabupaten/kota (di luar peringkat provinsi) adalah peserta seleksi dari perwakilan kabupaten/kota). Soal seleksi untuk tingkat provinsi disiapkan oleh panitia pusat dan diserahkan kepada panitia provinsi pada saat pelaksanaan seleksi tingkat provinsi. Kegiatan seleksi tingkat provinsi dilaksanakan oleh panitia tingkat provinsi dan dimonitor oleh panitia pusat. Pemeriksaan dan penilaian berkas jawaban seleksi tingkat provinsi dilaksanakan oleh panitia pusat. Oleh karena itu, lembar jawaban, daftar hadir, dan biodata peserta dibawa oleh panitia pusat ke Direktorat Pembinaan SMP).
  4. Lomba Tingkat Nasional (Lomba tingkat nasional merupakan kegiatan untuk menetapkan peraih medali emas, perak, dan perunggu. Pemenang terbaik teori dan pemenang terbaik eksperimen untuk bidang IPA diberi penghargaan sebagai the best in theory dan the best in experiment, untuk bidang IPS penghargaan peserta terbaik dalam praktikum disebut the best in field work. Peserta lomba tingkat nasional berjumlah 132 orang untuk masing-masing bidang lomba yang terdiri dari 64 peserta terbaik peringkatnasional dan 68 peserta terbaik perwakilan dari seluruh provinsi. Masing-masing provinsi diwakili oleh 2 orang terbaik per bidang lomba, selain 64 peserta yang tercantum pada peringkat nasional). 

Tag : Juklak, Juknis
Back To Top