UKBM Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum 2013 Edisi Revisi - RPP Kurikulum 2013 Revisi 2019

Buku Mapel, RPP, Buku Kerja Guru, Perangkat Akreditasi, Silabus, PERMENDIKBUD, Buku Kerja Kepala Sekolah, Tematik, KKM, SKL, KI-KD, Juknis TK, PAUD, SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK

UKBM Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum 2013 Edisi Revisi

UKBM merupakan satuan pelajaran yang kecil yang disusun secara berurutan dari yang mudah sampai ke yang sukar. UKBM sebagai perangkat belajar bagi peserta didik untuk mencapai kompetensi pengetahuan dan keterampilan pada pembelajaran dengan menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS) sekaligus sebagai wahana peserta didik untuk menumbuhkan kecakapan hidup Abad 21 seperti berpikir kritis, bertindak kreatif, bekerjasama, dan berkomunikasi, serta tumbuhnya budaya literasi dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Melalui UKBM kita juga dapat mengembangkan strategi pembelajaran mandiri yang membantu peserta didik mencapai ketuntasan belajar. Untuk itu, UKBM sangat penting untuk dikembangkan oleh guru mata pelajaran pada sekolah penyelenggara SKS.

Isi UKBM mengutamakan pemberian stimulus belajar yang memungkinkan tumbuhnya kemandirian dan pengalaman peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam penguasaan kompetensi secara utuh melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student active) yang mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higer Order Thinking Skills/HOTS), kecakapan hidup Abad 21 seperti berpikir kritis, bertindak kreatif, bekerja sama, dan berkomunikasi, serta pembudayaan literasi, dan PPK.

Komponen pengembangan UKBM meliputi sebagai berikut.
  1. Buku Teks Pelajaran (BTP)sebagai sumber belajar utama yang dapat diperkaya dengan sumber-sumber yang lebih actual dan relevan lainnya.
  2. Kompetensi Inti (KI)dan KompetensiDasar (KD).
  3. Tugas dan pengalaman belajar sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai.
  4.  Alat evaluasi diri.
Karakteristik Unit Kegiatan BelajarMandiri Karakteristik UKBM sebagai berikut.
  1. Berbasis KD.
  2. Kelanjutan/pengembangan terhadap penguasaan BTP.
  3. Dapat mengukur ketuntasan/pencapaian kompetensi setiap mata pelajaran
  4. Bentuk kegiatan pembelajarannyaberpusat pada peserta didik (student active) dengan menggunakan berbagai model dan/atau metode pembelajaran dengan pendekatan saintifik(berbasis proses keilmuan)maupun pendekatan lain yang relevan.
  5. Memanfaatan teknologi pembelajaran sesuai dengan konsep dan prinsip Techno Pedagogical Content Knowledge (TPACK).
  6. Kegiatan pembelajarannya yang mendidik dan dialogis yang bermuara pada berkembangnya kecakapan hidup Abad21 atau dikenal dengan 4C (critical thinking, creativity, collaboration, communication) atau berpikir kritis, bertindak kreatif, bekerjasama,dan berkomunikasi,tumbuhnya Higher Order Thinking Skills (HOTS)atau Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (KeBiTT), serta berkarakter. Pengembangan Higher Order Thinking Skills(HOTS) atau Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (KeBiTT) tersebut tidak boleh dilepaskan dari pengembangan Lower Order Thinking Skills(LOTS)atau KeterampilanBerpikir Tingkat Rendah (KeBiTR). Untuk itu,seluruh proses berpikir harus dikembangkan dalam satu kesatuan proses psikologis-pedagogissecarautuh.
  7. Bersifatterapan pada tingkat berpikir analisis (C4), evaluasi (C5), dan kreasi (C6).
  8. Dapat mengembangkanpeserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya sebagai pembelajar cepat, normal, dan lambat.
  9. Suasana dan proses kegiatan pembelajaranmerupakan kondisi yang menentukan keberhasilan UKBM,untuk itu pembelajarannya harus dirancangsecaramenarik, dinamis, merangsang, menginspirasi, sekaligus meyakinkan peserta didik bahwa kompetensi yang sedang dipelajari dapat dikuasai dengan mudah, sederhana dan bermakna untuk kehidupannya
  10. Penampilan UKB Menarik minat belajar peserta didik
Prinsip UKBM sebagai berikut.
  1. Matery learning (pembelajaran tuntas).UKBM harus mengutamakanprinsip ketuntasan belajar secara individualyang mempersyaratkanpeserta didik menguasai secara tuntas seluruh KIdanKD mata pelajaran sesuai dengantingkat kecepatan belajarpeserta didik, yaitu pembelajarcepat, normal, maupun lambat.
  2. Proses belajar dan pembelajaran berlangsung secara interaktif yang mengorganisasikan pengalaman belajar untuk membangun sikap, pengetahuan, dan keterampilan, serta karakter melalui tranformasi pengalaman belajar melalui pembelajaran tatap muka, terstruktur, dan mandiri.
  3. Berbasis KDyang digunakan untuk memfasilitasi peserta didik secarabertahap berkelanjutandalammempelajari dan menguasai unit-unit pembelajaran dalam suatu mata pelajaran. Dengan demikian,setiap peserta didik dapat belajar untuk menguasai kompetensi sesuai dengan gaya dan kecepatan belajarnya.
  4. Dirancang untuk dapat digunakan pada pembelajaran klasikal, pembelajaran kelompok, pembelajaran individual dan/atau pembelajaran dalam jaringan (daring/online)atauluar jaringan (luring/offline)sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didikyang bervariasi.
  5. Memuat tujuan pembelajaranuntukmencapaiKD.
  6. Mampu mengevaluasi ketercapaian KD. UKBMdikembangkanberbasis KD oleh karena itu UKBM harus merepresentasikan pencapaian KD.
  7. Setiap UKBM diakhiri dengan adanya penilaian formatifsebagai tanda berlanjutnya ke UKBMberikutnya (silahkan membaca naskah Panduan
  8. Bersifat Komunikatifsehingga peserta didik dapat berinteraksi dengan UKBM baik secara individu maupun kelompok.
  9. Berbasis kegiatan, pengembangan UKBMpada prinsipnya memberikan layanan utuh pembelajaran kepada peserta didik secara individu dan dapat dipelajari secara mandiri(atas prakarsa sendiri).
  10.  Bersifathangat, cerdas, dan ramah.HangatkarenaUKBM harus menarik minat peserta didik untuk belajar, membangun rasa penasaran, dan terbuka. Cerdas karena UKBM harus mencerdaskan peserta didik, fokus pembelajarannya jelas, aktivitasnya jelas, dan, dan tujuan belajarnya jelas. Ramah karena UKBM bahasanya harus mudah dipahami, selalu menyisakan pertanyaan untuk ditindaklanjuti peserta didik.
Tag : UKBM
Back To Top