Buku Panduan Pemanfaatan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar SMP 2017 - Perangkat Pembelajaran Kompetensi Abad 21

Buku Mapel, RPP, Buku Kerja Guru, Perangkat Akreditasi, Silabus, PERMENDIKBUD, Buku Kerja Kepala Sekolah, Tematik, KKM, SKL, KI-KD, Juknis TK, PAUD, SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK

Buku Panduan Pemanfaatan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar SMP 2017

Secara umum, ada dua jenis sumber belajar yang bisa dipergunakan dalam pembelajaran di sekolah, yaitu sumber belajar yang sengaja dirancang secara khusus untuk pembelajaran (learning resources by design) dan sumber belajar yang tinggal dimanfaatkan (learning resourses by utilization). Lingkungan dapat digunakan sebagai sumber belajar yang dimanfaatkan (learning resources by utilization) dalam arti bahwa sekolah tinggal memanfaatkan apa saja yang sudah tersedia di lingkungannya. Selain itu, lingkungan dapat pula didesain secara khusus agar dapat digunakan sebagai sumber belajar (learning resources by design).

Lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan dan dikelola sebagai sumber belajar. Banyak potensi yang berasal dari lingkungan sekolah baik yang berupa lingkungan alam, lingkungan sosial, maupun lingkungan buatan yang dapat dieksplorasi untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Kita dapat memanfaatkan lingkungan alam dan lingkungan buatan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan melalui kegiatan observasi dan eksperimen. Lebih dari itu, lingkungan alam dan lingkungan buatan juga dapat digunakan untuk mengembangkan sikap atau karakter terpuji dengan cara mengidentifikasi karakteristik atau perilaku-perilaku positip hewan maupun tumbuhan yang pantas untuk ditiru sebagai model. Sebagai contoh, pengamatan terhadap semut-semut yang mampu mengangkat makanan berukuran besar secara bersama-sama dapat dijadikan sebagai model pengembangan karakter gotong-royong. Demikian juga perilaku lebah yang mengisap madu tanpa merusak bunga, bahkan membantu penyerbukan dapat dijadikan sebagai model pengembangan karakter berhati-hati, teliti, dan memberi manfaat kepada makhluk lain.

Lingkungan sekolah adalah segala sesuatu yang ada di sekitar sekolah baik yang berupa makhluk hidup seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan, benda mati, atau manusia dengan berbagai aktivitas dan pola-pola interaksinya yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Dan berdasarkan keluasannya, ruang lingkup lingkungan sekolah bisa dikategorikan ke dalam 3 (tiga jenis), yaitu diantaranya sebagai berikut: 
  1. dalam pagar sekolah, 
  2. di luar pagar sekolah yang terjangkau saat jam pelajaran, dan 
  3. di luar pagar sekolah yang tidak dapat terjangkau pada saat jam pelajaran, akan tetapi dapat dilaksanakan dalam satu hari. 
Pagar yang dimaksud diatas bukanlah merupakan bangunan fisik melainkan batas area pengelolaan sekolah dengan lingkungan diluar sekolah.

Pemanfaatan Lingkungan sekolah sebagai sumber belajar bermanfaat untuk menumbuhkan dan menguatkan karakter peduli lingkungan, religius dan dapat pula menguatkan kemampuan literasi pada siswa. 

Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dapat dilakukan dengan m engintegrasikan pada mata pelajaran yang ada di dalam struktur kurikulum dan mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) melalui kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler. Sebagai kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler, setiap guru menyusun dokumen perencanaan pembelajaran berupa Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai mata pelajarannya masing-masing. Dimana nilai utama karakter diintegrasikan ke dalam mata pelajaran sesuai dengan topik yang akan dikembangkan pada sesi pembelajaran dan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing

Secara umum, prosedur pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dilakukan melalui tahap-tahap sebagai berikut: a) identifikasi potensi lingkungan sekolah, b) sinkronisasi fenomena dengan kompetensi dasar (KD), c) penentuan model/metode/strategi pembelajaran berbasis lingkungan sekolah, dan d) merancang langkah-langkah kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik dengan menerapkan belajar inquiry/discovery learning atau project-based learning

Tag : Juknis
Back To Top